Arsip untukJuni 30, 2007

Nyawa – Nyawa yang Terampas

Assalamu alaikum wr.wb

Salam buat nyawa-nyawa manusia yang dirampas oleh peluru…
detik, menit, nafas yang beranjak selalu ditemani duka
Duka dari orang-orang yang katanya pahlawan
Senjata yang berbicara pada rakyat
Haruskah peluru yang menghentikan nafas kami?
Haruskah seragam – seragam pelindung itu merobek – robek nafas kami
Teriakan – teriakan yang katanya berbahaya bagi rezim penguasa

Kami hanya ingin bersuara dari hati yang dibungkam
pada hari yang pun teraniaya
Detak nafas yang sombong mengubah hari itu sebagai pemusnah rakyat
Empat orang harus menerima tembakan
Berasal dari Pahlawan yang berseragan KATANYA!!!
Bukan peluru yang kami tangisi, tapi keberingasan yang mencuci tangan
Bumi kembali dihujani peluru, segarnya darah, merdunya tangisan dari kaum – kaum tertindas

Siapa yang kami bisa percaya?
Pada penguasa? pada anak kecil yang belum mengerti apa-apa? Atau pada orang gila?

Tolong .. tolong… tolong
Kami hanya mampu mengatakan itu pada angin yang berhembus, pada siang yang terang, pada malam yang dingin.
Meski dibungkam seperti apapun, darah itu tak akan pernah kering.
Suara itu tak akan mati
bahkan sampai dunia akan koma oleh teriakan kami
Dengan gambalangnya mereka mengaku bahwa tembakan itu dipantul dari tanah,
sementara tanah pun menolak itu, bahwa dia tidak pernah menembakan peluruh kepada rakyat

bayangkan tanah saja mengaku tidak melakukan itu, namun kenapa dia difitnah seperti itu
apakah mereka menganggap tanah dapat berbicara apa – apa …!!! wallahualam
Sungguh dunia pun bingung dengan nasib penghuninya..

Semuanya harus dibayar dengan peluru
cobalah anda renungkan
Semoga nurani kalian tidak tidur
Air mata kami sudah kering
dan hanya darah yang masih basah
Orang – orang dilahirkan bukan untuk dibunuh
tanah akan menerima nyawa yang tergadaikan oleh laras penindas